Minggu, 13 Maret 2011

5. Bagaimana seandainya seorang astronot melepaskan burung di ruang angkasa? Dapatkan burung tersebut terbang?

Hal yang paling menarik tentang pesawat ruang angkasa atau stasiun ruang angkasa yang mengorbit bumi adalah tidak adanya berat. Ini menarik  ketidakadaan berat membuat siapaun dapat terbang. Seseorang dengan mudah melompat dari satu dinding dan dapat terbang lurus  kesisi yang berbeda dari sebuah pesawat ruang angkasa tanpa menggerakkan apa pun. jika kamu pernah melihat astronot bermain didalam pesawat ruang angkasa tampak menyenangkan.
Jadi, apa yang terjadi pada seekor burung di stasiun  ruang angkasa? Tidak seorangpun pernah sungguh-sungguh ingin mencobanya. Mungkin karean masalah keselamatan burung tersebut. Akan tetapi, jika kamu memasuki ruang terbuka yang besar di stasiun ruang angkasa dan melepaskan burung tersebut, apa yang akan dilakukan burung tersebut?
Coba, kita bandingkan dengan apa yang dilakukan burung tersebut jika terbang di bumi. ia akan mengepakkan sayapnya dengan cepat ketika akan terbang. Agar bisa bertahan di udara, ia juga akan mengepakkan sayapnya dengan cepat dan mengurangi kecepatannya ketika akan menukik atau turun. Beberapa burung, seperti elang, sangat pandai terbang di udara. Elang dapat bertahan di udara dalam jangka waktu   yang lama tanpa mengepakkan sayapnya.
Di ruang angkasa, seekor burung akan melakukan hal yang sama untuk terbang. Akan tetapi, burung membutuhkan kepakan berkali-kali ketika akan terbang, dan akan meningkatnya kecepatan terbang ketika akan mendarat. Ketika terbang di luar angkasa, burung akan segera meluncur kedepan. Burung tidak harus  mengeluarkan kekuatan selama terbang karena gravitasi tidak akan menariknya turun.
Keuntungan burung dibandingkan astronot di ruang angkasa adalah burung memiliki sayap. Di stasiun ruang angkasa, sayap dan ekor burung    

masih bisa bekerja dengan baik. Jadi, burung bisa berbalik, meluncur, dan mengurangi kecepatan pada saat mereka terbang. Astronot tidak dapat melakukan hal seperti ini. Sekali astronot meluncur, cenderung melayang lurus, hingga menabrak sisi lain dari stasiun ruang angkasa tersebut.
Burung  memiliki keseimbangan yang luar biasa ketika terbang di satsiun ruang angkasa. Mereka menggunakan sayap dan ekornya dengan tepat untuk mengontrol terbangnya meskipun harus menyesuaikan disi menyeimbangkan dengan ketiadaan berat yang mereka miliki.
Berkaitan dengan keadaan tersebut, muncul pertanyaan baru sebagai berikut. Apakah seekor burung cukup pintar menyesuaikan diri dilingkungan yang mempunyai gravitasi nol? atau apakah dengan gravitasi nol secara naluri burung tidak harus menyesuaikan diri?  Burung memang sungguh cerdas sehingga peluang menyesuaikan diri akan lebih besar hanya dengan memberikan latihan.

Baca Artikel berikutnya " Bagaimana seandainya saya pergi ke planet mars selama 1 tahun, berapa banyak makanan dan minuman yang harus saya bawa untuk bertahan hidup?"



Bisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan Rupiah
Bejubel Market Place Terbaik Indonesia
Voucher Hotel Murah di RajaKamar.Com belajar komputer




Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



2 comments:

aryadevi sudut kelas mengatakan...

masing-masing sudah diberikan kekurangan dan kelebihan, baik hewan atau manusia...dan kita/manusia sudah belajar banyak dari alam....sebagai inspirasi terkembangnya kemajuan cara pikir lewat kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi.

Aini Sastra mengatakan...

Betul itu Mas Aryadevi, setuju, seamua yg di berikan harus disyukuri.. hehehe

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar Bila Perlu, Dan Jangan Lupa Kunjungan Berikutnya ya..